Hari Valentine, kedengarannya memang gaya bahasanya sudah ke-barat-an. Tapi apa anda sudah tahu! Sebenarnya apakah hari Valentine itu? Bagaimana Sejarahnya? Apakah valentine termasuk dalam hari raya atau peringatan resmi di Indonesia? Apa termasuk budaya Indonesia? Bagaimana hari Valentine bisa erat membudaya di kalangan anak muda? Bagaimana sikap menanggapi acara valentine di manapun? Bolehkah memberi hadiah disaat hari Valentine?
Jadi apa itu sebenarnya hari Valentine dan sejarahnya? Anda bisa mencari-cari informasi tentang sejarah Valentine di alamat-alamat web berikut: - http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine - http://www.undiknas.ac.id/sejarah-valentine-kisah-pengorbanan-pendeta-baik-hati.html - http://www..mail-archive.com/mediacare@yahoogroups.com/msg18295.html - http://muzakarah.tripod.com/valentine1.html - dan masih banyak lagi lainnya
Apakah Hari Valentine itu, benarkah bukan budaya bangsa kita, Indonesia? Berdasarkan semua informasi yang didapat kesimpulan jelasnya Hari Valentine berasal dari nama seorang pendeta Valentine itu, dan benar-benar nama seseorang yang pernah hidup dan sejarah kematiannya dijadikan awal munculnya "hari Valentine", sebagai hari kasih sayang di negara-negara barat. Mulai berkembang di awal tahun 80-an, cepat berkembang seiring perkembangan sarana media informasi dan teknologi, seperti TV, internet, dan lain-lain/ Jadi, tentu saja, Valentine merupakan kebudayaan di luar Indonesia, bukan budaya bangsa kita yang turun temurun, .
Meski bukanlah hari resmi atau suatu perayaan keagamaan resmi di negara kita, namun terlanjur sudah membudaya di negara kita. Kebanyakan Hari Valentine diperingati dengan rame-rame dalam berbagai acara di media-media informasi seperti acara-acara TV dan realiti show dengan tema Valentine, karena acaranya bertemakan valentine alias kasih sayang ini mampu meningkatkan rating acara. Valentine juga sering dipromosikan di berbagai acara pesta di Mall, tempat-tempat hiburan, restoran, karena dapat meningkatkan jumlah pembeli dan keuntungan. Diskon-diskon dan potongan juga dipromosikan di hotel-hotel dan tempat-tempat penginapan, karena bakal banyak memberikan banyak pengunjung. Di koran atau situs-situs berita bisa ditemukan "hari valentine penjualan kondom meningkat". Di zaman sekarang banyak anak-anak muda-mudi alias ABG memperingati hari kasih sayang yang setiap tanggal 14 Februari tersebut dengan berkencan dan berpacaran, bahkan diakhirnya dengan terjadinya hubungan intim di luar nikah.
Bagaimana sikap positif kita menanggapi dengan acara-acara Valentine -an? Toh, sulit dihindari, hari Valentine secara tidak resmi sudah membudaya di Indonesia, buat apa repot-repot, aktivitas paling baik yang bisa dilakukan di hari Valentine dengan mengikuti pesta atau acara yang ramenya di bulan Februari tersebut secara positif. Anggap saja seperti acara pesta saja, bila ada teman, pacar, sobat, keluarga, orang tua lo ngajakin makan-makan di mall dan tempat hiburan saat hari Valentine tersebut, ya terima aja. Buat yang masih pacaran, janganlah berpandangan hari Valentine dijadikan hari atau momen yang tepat sebagai acara khusus buat nge-date, apalagi sampe2 mau menyerahkan keperawanan, toh yang rugi diri sendiri. Boleh memberikan gift ato hadiah tapi sebaiknya jangan terpaksa, apalagi disaat kantong sundel bolong, apalagi terpaksa ngutang, seharusnya memberi sesuatu khan lebih enak dengan hati yang iklas, jadi hadiah atau kado yang diberi bukan hanya bermakna buat yang diberi tapi juga bagi yang memberi. Janganlah percaya dengan merayakan hari Valentine bakal membuat hubungan pacaran jadi lebih awet. Udah banyak orang yang setuju, hari kasih sayang, bukan hanya Valentine, yang hanya cuma 1 hari di bulan Februari, tapi seharusnya hari kasih sayang harus dilakukan setiap hari dengan pasangan kita, agar hubungan tetap awet, serasi, bisa terus dari pacaran, nikah, punya anak, tua, hingga nyawa dijemput.
|
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
Komentar
Posting Komentar